Saturday, November 3, 2012

Sukarnya Memaksakan Pilihan

Salam hormat,


Apabila beduk diketuk mengaturkan janji di pentas ibadah, itulah isyarat untuk bersegera melangkahkan kakimu, melunaskan tanggungjawab yang takbisa ditawar dan tertunda oleh nikmat kepastian dan yakindiri. Engkau cuma makhluk milik-Nya.

Memang demikian fitrahnya. Kecuali yang alpa.

(ii)


Apabila bendera dikibar mencaturkan pilihan di pentas politik, itulah isyarat untuk bersegera melangkahkan kakimu, melengkapkan tanggungjawab yang takbisa tertunda tapi masih bisa ditawar oleh ketidakpastian dan keragu-raguan. Engkau bukan budak politikus rakus.

Memang demikian adatnya. Kecuali yang keliru. 

(iii)

Memang sukar memaksakan pilihan. Pabila engkau tiada pilihan.


___________________________

- SEORANG AKU

No comments:

Post a Comment